Detik Akurat News
Selasa, 18 Februari 2026
Pemerintah Kecamatan Cicendo menggelar kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan dalam rangka Penyusunan RKPD Tahun 2026 di Grandia Hotel, Jalan Cihampelas, Kota Bandung.
Mengusung tema,
“Penguatan Infrastruktur dan Ekonomi Berbasis Kewilayahan untuk Mendorong Pengembangan Koridor Wisata Kota yang Inklusif dan Berdaya Saing.”
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Cicendo Siti Romlah, para lurah se-Kecamatan Cicendo, perwakilan OPD Kota Bandung, unsur DPU, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, perwakilan RW dan LPM, serta tokoh masyarakat.

Dalam wawancaranya, Camat Cicendo Dra. Hj. Siti Romlah, M.Si. Dia menjabat sebagai Camat Cicendo menggantikan pejabat lama dalam acara pisah sambut yang dilaksanakan pada 2 September 2025. Siti Romlah menyampaikan bahwa Musrenbang kali ini memprioritaskan penguatan infrastruktur kewilayahan, penanganan sampah, serta validasi dan pembaruan data kemiskinan dan angka tidak sekolah.
“Untuk infrastruktur secara umum di wilayah kota sudah cukup baik, namun masih ada perbaikan yang menjadi prioritas seperti saluran drainase, gorong-gorong, serta akses air bersih di beberapa gang. Khusus wilayah rawan banjir, hanya terdapat di sekitar Pajajaran RW 9, 10, dan 11. Dulu memang sering terjadi genangan, tetapi sekarang sudah jauh lebih baik karena perbaikan drainase terus dilakukan,” ujarnya.
Selain infrastruktur, penanganan sampah menjadi salah satu prioritas utama. Di tingkat kelurahan telah disediakan tempat penampungan dan pengelolaan sementara, termasuk fasilitas pendukung bagi petugas pengumpul sampah dari rumah tangga.
“Kita mendorong Musrenbang ini menunjang penanganan sampah di kewilayahan. Pengumpulan sampah per KK harus terfasilitasi dengan baik agar tidak menimbulkan penumpukan,” jelasnya.
Di bidang kesehatan, Camat Siti Romlah menyampaikan bahwa angka stunting mengalami penurunan dari 120 kasus menjadi 113 kasus. Penurunan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk BUMD, BUMN seperti Angkasa Pura, serta perusahaan swasta yang turut melakukan intervensi melalui program sosial dan pemeriksaan kesehatan.
Sementara itu, dalam hal penanganan kemiskinan dan angka tidak sekolah, pihak kecamatan akan melakukan review data pada Februari–Maret 2026. Hal ini dilakukan karena ditemukan indikasi kesalahan input data pada periode sebelumnya.
“Kita akan lakukan review dan pemutakhiran data by address. Data harus sinkron antara RT, RW, dan kelurahan. Kemarin ada indikasi kesalahan input jumlah miskin di wilayah Pajajaran, padahal sebagian sudah tertangani dalam prioritas 2. Data yang akurat sangat penting agar program tepat sasaran dan sesuai visi misi Bandung Utama,” tegasnya.
Ia mengatakan, pelayanan berbasis alamat (by address) akan menjadi pendekatan utama agar potensi dan masalah di tingkat RT dan RW dapat dipetakan secara tepat.
Melalui Musrenbang ini, Kecamatan Cicendo berharap seluruh usulan program benar-benar berdasarkan data riil kewilayahan sehingga pembangunan yang dilakukan dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
Penulis naskah : Winda, timdetikakurat




