Detik Akurat News
Bandung, Sabtu 4 Oktober 2025
Musyawarah Nasional (MUNAS) I Ikatan Tour Leader Moslem Association (ITMA) resmi digelar di Hotel Grand Preanger, Bandung, pada 4–5 Oktober 2025 bertepatan dengan 12–13 Rabiul Akhir 1447 H. Kegiatan bersejarah ini dihadiri ratusan tour leader Muslim dari berbagai provinsi di Indonesia serta beberapa perwakilan mancanegara, menandai lahirnya wadah resmi bagi para profesional pemandu wisata Muslim di tanah air.
Dalam forum tersebut, peserta secara aklamasi memilih H. Iwan Giwangkara sebagai Ketua Umum ITMA Indonesia periode 2025–2030. Pemilihan ini mencerminkan semangat persatuan dan kesamaan visi di antara para tour leader Muslim untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri wisata halal global.

Dalam sesi wawancara yang dimoderatori oleh Leader Moeslim, Indra Setiawan, H. Iwan Giwangkara memaparkan visi dan arah strategis ITMA ke depan.
“Ikatan Tour Leader Moslem Association (ITMA) merupakan organisasi profesi bagi para tour leader atau pemandu wisata yang biasa membawa rombongan ke luar negeri. Namun, karakter kami lebih bersifat saintifik dan profesional, khususnya dalam bidang perjalanan wisata Muslim,” ujar H. Iwan Giwangkara.
“Sebagian besar anggota ITMA adalah penyelenggara ibadah haji dan umrah, sehingga kami memiliki kepedulian untuk menyatukan visi dan misi agar bisa membantu serta menjadi mitra pemerintah dalam penyelenggaraan perjalanan ibadah yang sesuai dengan syariat Islam dan regulasi nasional.”
Ia juga menegaskan, pembentukan Kementerian Umrah dan Haji oleh pemerintah menjadi peluang sekaligus tantangan bagi ITMA untuk memperkuat peran strategisnya.
“Kami siap mengikuti setiap aturan dan kebijakan pemerintah. ITMA ingin menjadi mitra yang konstruktif dalam mendukung tata kelola perjalanan ibadah yang profesional dan berlandaskan nilai syariah,” jelas H. Iwan.
Saat ini, anggota ITMA telah tersebar di 14 provinsi dengan jumlah sekitar 7.000 orang. Ke depan, ITMA menargetkan terbentuknya perwakilan di seluruh provinsi agar jejaring profesional tour leader Muslim Indonesia semakin kuat dan merata.
Konsolidasi Organisasi dan Pembentukan LPK ITMA sebagai tindak lanjut hasil MUNAS I, ITMA akan segera menggelar konsolidasi organisasi nasional yang melibatkan seluruh perwakilan daerah. Agenda ini bertujuan memperkuat struktur kelembagaan, menyusun arah kebijakan organisasi, serta menyatukan visi dan standar kerja di seluruh Indonesia.
Salah satu fokus utama dalam konsolidasi ini adalah pembentukan Lembaga Pelatihan Kompetensi (LPK ITMA) yang berperan meningkatkan kualitas dan kompetensi para tour leader Muslim melalui pelatihan, sertifikasi, dan pembinaan berkelanjutan.
LPK ITMA menegaskan komitmen untuk menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi profesi tour leader Muslim berbasis standar nasional dan internasional.
Mengembangkan kurikulum berbasis syariah dan pelayanan wisata halal, mencakup etika, komunikasi lintas budaya, serta pengetahuan regulasi haji dan umrah.
Menjalin kerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Umrah dan Haji, serta Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Membangun pusat data dan jejaring pelatihan digital untuk mendukung pemerataan kompetensi di seluruh provinsi.
“Konsolidasi akan diadakan dalam waktu dekat untuk pembentukan pengurus baru, sekaligus memantapkan langkah strategis melalui LPK ITMA agar setiap anggota memiliki kompetensi mumpuni, etika kerja yang baik, dan wawasan syariah yang kuat,” tegas H. Iwan Giwangkara.
“Kami ingin ITMA bukan sekadar organisasi profesi, tetapi juga menjadi lembaga pembinaan dan sertifikasi profesional yang memberi manfaat nyata bagi industri pariwisata halal nasional.”
Arahan Ketua Umum Pelaksana MUNAS I ITMA dalam kesempatan yang sama, H. Indra Setiawan, selaku Ketua Umum Pelaksana Panitia MUNAS I ITMA sekaligus Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan ITMA Indonesia, menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan dan penguatan jaringan di seluruh Indonesia.
“MUNAS I ini menjadi tonggak lahirnya organisasi profesional tour leader Muslim yang berkomitmen terhadap peningkatan kualitas, akhlak, dan kompetensi. ITMA hadir bukan hanya untuk menyatukan, tetapi juga membangun sistem kaderisasi dan sertifikasi yang berstandar nasional,” tutur H. Indra Setiawan.
Ia menambahkan, ITMA akan membuka ruang kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan, biro perjalanan, serta kementerian terkait untuk mendukung pembinaan sumber daya manusia di bidang pariwisata halal.
“Kami berharap ITMA menjadi rumah bersama bagi para tour leader Muslim, tempat tumbuhnya profesionalisme dan solidaritas dalam bingkai nilai-nilai Islam,” pungkasnya.
Penghargaan dan Dukungan Mitra Strategis sebagai bagian dari rangkaian acara, diberikan penghargaan khusus kepada para tokoh ITMA yang dinilai berjasa dalam pengembangan profesionalisme tour leader Muslim dan pembinaan SDM wisata religi di Indonesia.
Kegiatan MUNAS ITMA 2025 juga mendapat dukungan dari berbagai mitra strategis seperti Umroh.com, Hainantiket.com, Pratama Koper Mandiri, Patuna Tour & Travel, Barokah Madinah, Dago Wisata, Qatar Airways, Burgundy Tour & Travel, dan Athalla Tour & Travel, serta sejumlah komunitas dan lembaga perjalanan halal lainnya.
Arah ke Depan dengan kepemimpinan baru di bawah H. Iwan Giwangkara, ITMA Indonesia meneguhkan komitmennya untuk memperkuat peran tour leader Muslim dalam industri wisata syariah, meningkatkan standar kompetensi profesional, dan menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai pihak pemerintah maupun swasta.
“Kami percaya, profesionalisme dan integritas adalah kunci agar tour leader Muslim Indonesia diakui secara global. ITMA akan terus berperan aktif dalam pengembangan wisata halal yang bermartabat dan berdaya saing tinggi,” tutup H. Iwan Giwangkara.
Tulisan : winda, timdetikakurat




