Detik Akurat News
Rabu, 30 April 2025
Bandung – Pemerintah Kota Bandung meresmikan Kampung Toleransi ke-6 yang berlokasi di Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar, pada Selasa (29/4). Peresmian ini dilakukan langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, sebagai bentuk nyata komitmen dalam memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kota Bandung.
Dalam sambutannya, Wali Kota Farhan menyampaikan bahwa pembentukan Kampung Toleransi merupakan hasil kerja sama lintas sektor untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya di tengah keberagaman Kota Bandung.
“Ini adalah wujud nyata bahwa Kota Bandung adalah kota yang toleran. Toleransi bukan sekadar konsep, tetapi praktik kehidupan yang saling menghargai dalam damai,” ujar Farhan.

Ia juga menegaskan pentingnya menyelesaikan ketidakpuasan melalui jalur hukum, bukan konflik.
“Kita adalah bangsa demokratis yang menjunjung hukum. Perbedaan bukan larangan, asalkan tetap dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa,” imbuhnya.
Farhan juga menyatakan optimismenya terhadap pengembangan program Kampung Toleransi ke seluruh wilayah kota.
“Insya Allah akan terus bertambah. Ini adalah kecamatan keenam dari 30 kecamatan di Kota Bandung, dan tentu kita dukung sepenuhnya,” ucapnya.
Peresmian Kampung Toleransi ditandai dengan pengucapan basmalah bersama seluruh tamu undangan sebagai simbol keberkahan dan persatuan.
Kelurahan Cibadak kini menjadi Kampung Toleransi keenam di Kota Bandung, setelah sebelumnya dibentuk di kawasan Jamika, Paledang, Dian Permai, Balong Gede, dan Kebon Jeruk.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung, Bambang Sukardi, menyampaikan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kesbangpol dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
“Cibadak adalah kawasan yang sangat kondusif, dengan keberadaan 17 masjid, 9 gereja, dan 7 vihara. Keberagaman di sini justru menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Kampung Toleransi Cibadak, Dadang Sukarya, menjelaskan bahwa wilayahnya terdiri dari 9 RW yang telah lama hidup dalam suasana rukun.
“Penetapan ini akan memperkuat semangat toleransi antarwarga yang sudah terbina sejak lama,” ujarnya.
Ni Made Ratnadi, perwakilan FKUB Kota Bandung dari unsur agama Hindu yang berasal dari Kampung Toleransi Kecamatan Andir, turut hadir dan memberikan apresiasi atas peresmian ini.
“Saya sangat senang dan antusias terhadap masyarakat Kecamatan Astanaanyar. Wilayah ini sangat lengkap tempat ibadahnya—ada klenteng, wihara, dan lainnya—sehingga sangat mendukung penetapan sebagai Kampung Toleransi ke-6. Semoga ke depan lebih sukses lagi,” tuturnya.
“Keenam kampung toleransi ini bisa saling mengisi kelebihan masing-masing agar maju bersama dengan sukses.”tutup wawancara Ni Made Ratnadi.
Pemerintah Kota Bandung terus mendorong pembentukan Kampung Toleransi di berbagai wilayah sebagai upaya konkret dalam menjaga harmoni sosial dan membangun kehidupan masyarakat yang inklusif dan damai.
Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung
humas@bandung.go.id
Website: www.bandung.go.id
Penulis : Tim detikakurat – ywndz




