FIT MGTI 2025 & Wawancara Ketua MGTI, Teknik Geologi Untuk Masa Depan

Detik Akurat News
Jumat, 27 November 2025

Forum Ilmiah Tahunan Masyarakat Geologi Teknik Indonesia (FIT MGTI) 2025 kembali digelar dan tahun ini berlangsung di El Royal Merdeka Hotel Bandung. Kegiatan ini merupakan agenda ilmiah tahunan MGTI yang pada tahun sebelumnya diselenggarakan di Sulawesi. Setelah Bandung, lokasi penyelenggaraan tahun depan akan ditentukan setelah seluruh rangkaian kegiatan tahun ini selesai.

Dengan mengusung tema “Geologi Teknik untuk Masa Depan Indonesia: From Research to Solution”, FIT MGTI 2025 menghadirkan seminar nasional, workshop, presentasi makalah, pameran perusahaan, serta fieldtrip ilmiah. Tema tersebut menekankan pentingnya penguatan riset sekaligus penerapan teknologi geologi teknik untuk mendukung pembangunan nasional dan meningkatkan keselamatan infrastruktur.

Rektor Universitas Padjadjaran menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya ajang temu para akademisi dan praktisi, tetapi juga sarana berbagi pengalaman serta aplikasi teknologi geologi teknik di lapangan.

“Kegiatan ini merupakan momentum untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan aplikasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan bangsa. Geologi Indonesia sangat luas dan penuh potensi. Di tengah tantangan musim hujan, potensi kebencanaan, serta meningkatnya aktivitas pertambangan, pemanfaatan teknologi geologi teknik menjadi sangat penting,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa Indonesia kini menjadi perhatian dunia, termasuk peneliti dan investor asing, seiring besarnya potensi mineral strategis.

“Ada banyak sumber daya yang bernilai tinggi untuk dikembangkan. Semua kembali kepada proses alam yang tidak bisa dipaksakan. Semakin tepat kita mengelola geologi teknik, semakin besar manfaat yang dirasakan masyarakat,” imbuhnya. Tahun ini, FIT MGTI membahas strategis seperti geological hazard, mekanika tanah dan batuan, hidrogeologi, investigasi lapangan, hingga stabilisasi lereng. Fieldtrip di Gunung Kuda (Ciburial), Bandung, serta Ciampea, Bogor, memberi peserta kesempatan melihat langsung penerapan metode geologi teknik di lapangan.

Wawancara Ketua MGTI: Dr. Yan Adriansyah, Ir.,MT.IPU.
Ketua Masyarakat Geologi Teknik Indonesia (MGTI) hingga 2026, Ir. Iyan Adriansyah, Ph.D., menjelaskan pentingnya forum ini sebagai ruang kolaborasi lintas disiplin.

“Ini ajang berbagi pengetahuan dari berbagai hasil penelitian, riset, dan temuan di lapangan terkait aplikasi geologi di industri pertambangan, infrastruktur, maupun yang disampaikan kepada organisasi dan masyarakat. Tujuannya supaya kita bisa mendukung program pemerintah dan pembangunan manusia Indonesia,” ujar Iyan.

Menurutnya, perkembangan teknologi telah membawa geologi teknik masuk ke era multidisiplin. “Sekarang masyarakat geologi terdiri dari berbagai disiplin. Ada yang dari tambang, batuan, hidrogeologi, bahkan artificial intelligence. Teknologi dan instrumennya makin berkembang,” jelasnya.

Ia menilai peluang masa depan bagi generasi muda geologi Indonesia masih sangat terbuka. “Kesempatan kerja dan pengembangan ilmu masih luas. Di sektor tambang misalnya, kita masih banyak memakai alat luar. Bagaimana membuat operasi lebih aman? Sumber daya Indonesia luar biasa. Banyak mineral yang potensial untuk dijadikan riset,” paparnya.

Setiap daerah, menurut Iyan, memiliki karakter mineral berbeda sehingga potensi riset sangat beragam. “Potensi mineral itu tergantung pembentukannya. Di Papua misalnya, kandungan emasnya bisa saja 1,8 persen. Semakin baik kualitas mineral, semakin besar peluang risetnya,” ujar Yan Adriyansyah, juga menyebut dinamika regenerasi dalam dunia kerja geologi.
“Begitulah hidup. Angkatan 70 digantikan angkatan 80–90, dan lima tahun lagi akan digantikan angkatan 2000. Developer semakin banyak, berarti SDM makin dibutuhkan,” ujarnya.

Ia mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas SDM Indonesia untuk bersaing secara global.
“Pasar global terbuka. Persaingan bukan hanya sesama bangsa kita. Kalau kualitas kita stagnan, kita yang rugi,” tegasnya.

Di akhir wawancara, Yan memberikan pesan untuk para geolog muda Indonesia.
“Semoga geolog-geolog muda bisa meneruskan dan memberi kontribusi lebih baik. Kebutuhan SDM meningkat, maka kualitas manusia juga harus meningkat. Terus belajar dan tingkatkan kemampuan,” tuturnya.

Profil Ketua MGTI
Yan Adriansyah yang merupakan Insinyur Geoteknik dan juga memiliki Gelar Ph.D adalah Ketua Masyarakat Geologi Teknik Indonesia (MGTI) periode hingga 2026.
Aktif dalam penelitian geoteknik, hidrogeologi, dan pengembangan teknologi geologi terapan untuk pertambangan dan infrastruktur. Ia juga dikenal mendorong kolaborasi multidisiplin serta peningkatan kompetensi geolog Indonesia di era teknologi baru.

Rektor UNPAD Yan Adriansyah, menutup pernyataannya dengan harapan agar hasil riset para akademisi dan profesional dapat semakin memperkuat fondasi pembangunan Indonesia.
“Tujuannya sederhana: bagaimana riset benar-benar menjadi solusi,” tegasnya.

Penulis naskah / tulisan : Winda, detik@

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *