Hari Pertama Pelatihan “Berdaya Bersama” Tunjukkan Komitmen Perkuat UMKM di Bandung

Detik Akurat News
Kamis, 18 Juni 2025

Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia membuka rangkaian kegiatan Pelatihan Berdaya Bersama yang berlangsung dari tanggal 18 hingga 21 Juni 2025 di Mercure Bandung City Centre. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui peningkatan literasi bisnis, branding, serta efisiensi operasional.

Hari pertama pelatihan dibuka dengan laporan Ketua Panitia oleh Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Kewirausahaan, dilanjutkan sambutan dari Wali Kota Bandung dan arahan dari Deputi Koordinasi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran.

Sesi pelatihan dimulai dengan materi dari Ajeng Respati, Co-Founder & COO Havilla Tea, yang membahas pentingnya mengenali kebutuhan usaha dan konsumen. Diskusi dilanjutkan oleh Reza Aryabima (CEO & Co-Founder Artisan Professionnel), membedah aspek fundamental bisnis dan pengalaman transformasi dari UMKM ke skala industri.

Sesi siang menghadirkan Eka Citra (Chief Commercial Officer, Olsera) yang memaparkan strategi adopsi teknologi untuk mendukung operasional UMKM. Materi ditutup oleh tim Evlogia Advisory dengan sesi khusus mengenai strategi pemasaran dan branding produk UMKM secara efektif dan berkelanjutan.

Selain materi pelatihan, peserta juga mendapatkan inspirasi dari studi kasus nyata perjalanan bisnis Brodo. Presentasi visual mengangkat transformasi Brodo dari masa awal beroperasi tahun 2010 dengan pendekatan “cowboy”, hingga berkembang menjadi perusahaan yang menerapkan prinsip Just in Time ala Toyota, dengan fokus pada efisiensi, pengelolaan inventaris, dan peningkatan inventory turnover secara signifikan dari 3x menjadi 12x per tahun.

Kisah Brodo juga menggambarkan adaptasi menghadapi tantangan pandemi COVID-19, krisis overstock, hingga kebangkitan kembali lewat strategi digital dan efisiensi supply chain.

Kegiatan “Berdaya Bersama” ini melibatkan lintas kementerian seperti Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Pemerintah Kota Bandung, dengan harapan dapat menciptakan ekosistem pemberdayaan UMKM yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing tinggi.

Reportase: tim detikakurat ywsz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *