“Abdi Nagri Nganjang Ka Warga” Edisi Spesial: Bakti Negeri bagi Pelaku Seni dan Budaya

Sabtu, 8 November 2025

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat kembali menghadirkan program unggulan “Abdi Nagri Nganjang Ka Warga” yang kali ini berkolaborasi dengan kegiatan “Bakti Negeri bagi Pelaku Seni dan Budaya 2025”. Kegiatan yang berlangsung di Halaman dan Plaza Depan Gedung Sate, Kota Bandung, ini menjadi edisi ke-29 dari program Abdi Nagri, sekaligus episode ke-23 dalam rangkaian Nganjang Ka Warga.

Acara ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, dan sejumlah kementerian. Edisi kali ini mengusung tema “Pelaku Seni dan Budaya Sejahtera, Warisan Budaya Terjaga”, yang menekankan pentingnya kesejahteraan seniman dan pelestarian nilai-nilai budaya daerah.

Wujud Nyata Kehadiran Negara bagi Pelaku Seni-Budaya

Menurut Dr. Hj. Muftiah Yulismi, SPSI dari Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Barat, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan pelayanan dasar – kesehatan, sosial, dan pendidikan – sekaligus apresiasi bagi pelaku seni dan budaya.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan sukses dan lancar. Awalnya kami memfasilitasi surat dari Kemenko PMK terkait Bakti Negeri bagi pekerja seni dan budaya. Sekarang kegiatan ini bertransformasi menjadi lebih baik, lebih keren, dan mampu menjangkau masyarakat luas,” ujar Muftiah.

*Pesan pentingnya adalah pelayanan dasar — kesehatan, pendidikan, sosial — harus benar-benar menyentuh masyarakat. Pemerintah tidak hanya menunggu, tapi datang langsung menjangkau warga,” tambahnya.

Ribuan Peserta dan Puluhan Layanan Publik

Lebih dari 1.000 pelaku seni dan budaya dari berbagai unsur hadir dalam kegiatan ini, mulai dari seniman tradisional dan kontemporer, pelaku ekonomi kreatif, penyandang disabilitas, hingga pelajar, mahasiswa, dan masyarakat adat.

Tersedia lebih dari 40 booth pelayanan publik dari berbagai instansi dan mitra lembaga, termasuk 22 perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jabar. Beberapa layanan yang disediakan antara lain Pemeriksaan kesehatan gratis (skrining TBC, pemeriksaan gigi, imunisasi, USG ibu hamil), Pendaftaran dan edukasi BPJS Kesehatan serta BPJS Ketenagakerjaan, Pelayanan administrasi kependudukan, Bantuan sarana dan dukungan bagi pelaku seni dan budaya disabilitas, Edukasi kesehatan jiwa serta konseling perempuan dan anak,Penampilan seni budaya dan pameran ekonomi kreatif

Kolaborasi dan Inovasi Layanan Kesehatan

Kegiatan juga menampilkan inovasi pelayanan kesehatan melalui Unit Mobile Medical Check Up (MCU) milik Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, yang merupakan satu-satunya unit mobile hasil pengembangan inovasi masa pandemi COVID-19 dan kini difungsikan sebagai fasilitas pemeriksaan keliling.

Acara ini turut dihadiri oleh Menko PMK, Menteri Kebudayaan, Dirut BPJS Kesehatan Ali Ghufron, Dirut BPJS Ketenagakerjaan Praptomo Wahyu Buntoro, dan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi.

Layanan Inklusif untuk Penyandang Disabilitas

Di antara berbagai pelayanan publik, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat juga membuka booth khusus bagi penyandang disabilitas, dikoordinasikan oleh UPTD Pusat Layanan Sosial Disabilitas.

Menurut Erwin dari Dinas Sosial Provinsi Jabar:

“Kami hadir untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan berbagai layanan lintas kementerian — seperti Kemenko PMK, Kementerian Sosial, dan Kemendikbud. Saat ini kami juga mendampingi 107 anak penyandang disabilitas yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.”

Mufidah Yulismi menambahkan bahwa pemeriksaan kesehatan bagi pelaku seni dan budaya disabilitas juga difasilitasi oleh tim Dinas Kesehatan dan lima Puskesmas Kota Bandung.

“Ini bagian dari komitmen Pemprov Jabar untuk membuka akses kesehatan yang setara bagi semua warga, termasuk para pelaku seni dan budaya difabel,” ujarnya.

 

Harapan dan Keberlanjutan Program

Keberhasilan kegiatan ini menegaskan bahwa model kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah mampu mempercepat pelayanan publik yang inklusif dan humanis.

Pemprov Jawa Barat berharap pola “Ngajangkau Warga” ini dapat menjadi prototipe bagi kabupaten/kota pada tahun 2026, serta menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.

Program “Abdi Nagri Nganjang Ka Warga” akan terus dilanjutkan sebagai gerakan pelayanan aktif dan humanis, menjangkau masyarakat hingga pelosok dengan semangat “Ngabdi ka Nagri, Ngawula ka Warga.”

Naskah: yuliwinda, timdetik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *