Detik Akurat News
1 hari yang lalu, Sabtu 11 April 2026
Perhelatan The 10th Jabar Islamic Economic Forum (JIEF) X yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal, Sarasehan, dan Musyawarah Wilayah (MUSWIL) VI Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Barat berlangsung sukses di Grand Pasundan Convention Hotel.
Mengusung tema “Penguatan Sinergi dan Kolaborasi demi Akselerasi Ekonomi Syariah di Jawa Barat”, kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
Acara dibuka secara resmi oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia sekaligus Ketua Harian PP MES, Ferry Juliantono. Dalam pidato kuncinya, ia menegaskan pentingnya integrasi koperasi syariah dengan industri halal sebagai motor penggerak transformasi ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Ketua Umum PW MES Jawa Barat, Harry Maksum, dalam sambutannya menekankan bahwa momentum satu dekade JIEF menjadi dorongan kuat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk lebih berpihak pada sektor riil masyarakat melalui implementasi ekonomi hijau (green economy).
Forum ini juga menghadirkan narasumber strategis dari regulator dan praktisi, di antaranya perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Otoritas Jasa Keuangan Jawa Barat, serta praktisi dari Zurich Syariah. Diskusi membedah langkah taktis akselerasi ekonomi syariah mulai dari kebijakan moneter, perlindungan konsumen, hingga penguatan peran asuransi syariah bagi masyarakat.
Kegiatan ini turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk LPDB KUMKM, Bank BJB Syariah, serta dukungan mitra seperti Rumah Zakat dan Lazismu. Partisipasi peserta dibuka secara luas (HTM gratis) dengan fasilitas e-sertifikat, alat tulis, snack, dan makan siang sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan literasi ekonomi syariah di masyarakat.
Dalam rangkaian MUSWIL VI, forum secara resmi menetapkan kembali Harry Maksum sebagai Ketua Umum MES Jawa Barat periode 2026–2029 melalui mekanisme aklamasi yang dihadiri delegasi dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Keputusan ini mencerminkan soliditas organisasi sekaligus kepercayaan penuh atas kepemimpinan yang dinilai berhasil membawa MES menjadi mitra strategis pemerintah dan otoritas keuangan.
Dalam sambutan perdananya usai terpilih kembali, Harry Maksum menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk melanjutkan agenda strategis organisasi.
“Amanah dua periode ini adalah tanggung jawab besar untuk memastikan agenda-agenda strategis tidak terhenti. Fokus kami tetap pada akselerasi ekonomi syariah di sektor riil serta implementasi ekonomi hijau yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai langkah awal kepengurusan periode 2026–2029, tim formatur akan segera menyusun struktur organisasi yang adaptif dan profesional. Dukungan dari mitra strategis seperti Zurich Syariah dan Bank BJB Syariah diharapkan terus berlanjut dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi umat.
Keberhasilan JIEF X dan MUSWIL VI ini menegaskan kuatnya sinergi antara pemerintah, regulator, pelaku industri, dan masyarakat dalam mendorong Jawa Barat sebagai pionir ekonomi syariah berbasis lingkungan di Indonesia.
Dengan berakhirnya MUSWIL VI, MES Jawa Barat siap memasuki babak baru kepemimpinan yang lebih solid, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Penulis naskah: Winda, timdetikakurat




