Detik Akurat News
Jumat, 26 Desember 2025
Wali Kota Bandung menghadiri Open House dan Silaturahmi Keuskupan Bandung dengan tema “Berjalan Bersama, Sehati Sejiwa, Berbagi Sukacita”, yang berlangsung di Gereja Katedral Santo Petrus Bandung, Jalan Merdeka No. 14, Kecamatan Sumur Bandung, Jumat malam (26 Desember 2025) pukul 19.00 WIB.
Kehadiran Wali Kota Bandung menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam mempererat hubungan antarumat beragama serta menjaga persaudaraan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat.
Acara silaturahmi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, dihadiri jajaran Keuskupan Bandung serta tamu undangan dari berbagai unsur masyarakat.
Wali Kota Bandung menyampaikan apresiasi atas kontribusi Keuskupan Bandung dalam merawat nilai persaudaraan, kebersamaan, dan semangat hidup berdampingan secara damai di Kota Bandung.
Sementara itu, Pastor Leo Van Beurden dalam statementnya menegaskan bahwa semangat open house dan kebersamaan tidak hanya penting dilakukan di satu tempat, tetapi perlu menjadi gerakan bersama di seluruh Indonesia.
“Open house bukan hanya di sini, tetapi seharusnya bisa dilakukan di mana-mana di seluruh Indonesia. Intinya adalah bagaimana kita bisa hidup bersama, saling mencintai bangsa dan negara, serta bersama-sama menjaga rumah kita, yaitu lingkungan dan alam,” ujar Pastor Leo Van Beurden.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara umat beragama, gereja, dan pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan serta membangun mentalitas cinta tanah air sejak dini, khususnya melalui dunia pendidikan.
“Kami mendidik anak-anak untuk mencintai alam, tidak merusaknya, termasuk mengelola sampah dengan baik. Cinta pada negara bukan hanya diucapkan, tetapi harus dipraktikkan. Mental manusia dan kepedulian terhadap lingkungan harus terus dibangun,” jelasnya.
Pastor Leo berharap kerja sama antara pemerintah dan seluruh elemen keagamaan semakin erat, saling mendukung, dan saling menguatkan, termasuk dalam hal perizinan, konsultasi, serta pendampingan sosial.
“Open house ini bukan hanya untuk kalangan tertentu, tetapi juga untuk masyarakat kecil dan kelompok pinggiran. Harapannya, kegiatan seperti ini terus berlanjut agar kebersamaan, kepedulian, dan semangat tidak mudah menyerah tetap terjaga,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, semangat toleransi, kepedulian sosial, serta kolaborasi lintas agama diharapkan semakin menguat sebagai fondasi menjaga keharmonisan dan kedamaian di Kota Bandung.
Penulis naskah : Winda, Andi-Katedral




