Pemkot Bandung Tawarkan 11 Aset Strategis kepada Investor dalam BIF 2025, DPMPTSP dan RS Hermina Dorong Kolaborasi Layanan Publik

Detik Akurat News
Senin, 17 November 2025
Pemerintah Kota Bandung secara resmi menawarkan sebelas aset tanah milik daerah kepada para calon investor dalam gelaran Bandung Investment Forum (BIF) 2025) yang berlangsung di Hotel Aryaduta Bandung. Ajang ini dihadiri sekitar 105 investor, dengan 50 di antaranya hadir langsung dalam sesi luncheon meeting bersama Wali Kota Bandung.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Pemkot Bandung untuk mempercepat realisasi investasi sekaligus memperkuat citra kota sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Pemkot Bandung: Aset Ditawarkan Lewat Skema KPBU
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung, Eric Mohamad Atthauriq, mengatakan bahwa penawaran aset dilakukan tidak melalui skema sewa ataupun pinjam pakai, tetapi melalui Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

“Kami menawarkan kurang lebih sebelas aset Pemerintah Kota Bandung yang sudah kami rancang bersama para calon investor potensial. Mulai dari potensi aset, tata ruang, hingga peluang pengembangannya kami paparkan secara detail,” ujar Eric.

Ia menegaskan bahwa skema KPBU dipilih untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi investor dalam merancang model bisnis, sekaligus memastikan pemanfaatan aset secara optimal dan berkelanjutan.

Eric juga menyebut bahwa Bandung Investment Forum 2025 dirancang sebagai platform strategis untuk memperdalam komitmen investor dan membangun dialog tingkat tinggi dengan pemerintah daerah.

105 Investor Diundang, 50 Hadir Bersama Wali Kota
Menurut Eric, antusiasme investor menunjukkan kepercayaan yang terus tumbuh terhadap Bandung sebagai kota yang aman dan menjanjikan untuk berinvestasi.

“Sekitar 105 investor kami undang, dan kurang lebih 50 investor hadir dalam sesi makan siang bersama Wali Kota Bandung. Ini menunjukkan minat yang positif terhadap peluang investasi di Kota Bandung,” jelasnya.

Wali Kota: BIF Jadi Terobosan Pendekatan Baru
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa BIF 2025 merupakan terobosan dalam pola pendekatan pemerintah kepada calon investor.

“Acara kali ini adalah bentuk terobosan dan pendekatan baru kepada para calon investor di Kota Bandung,” kata Farhan. Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga skema investasi yang sedang dikembangkan Pemkot Bandung:

Kemitraan langsung antara pemerintah dengan investor.
Pemerintah berperan sebagai regulator bagi perusahaan yang berinvestasi. Sebagai penjaga dan fasilitator untuk memastikan keamanan dan kepastian bagi setiap perusahaan yang ingin menanamkan modal di Kota Bandung.

“Ketiga skema tersebut akan terus kami optimalkan melalui forum investasi yang digelar secara rutin dan dikawal oleh DPMPTSP,” imbuhnya.

RS Hermina: Layanan Kesehatan Berperan Besar dalam Ekosistem Investasi Kota
Turut hadir dalam forum tersebut, Direktur RSU Hermina Pasteur dr. Nur Kencanawati, MM, FISQua, CRP, yang menegaskan bahwa sektor kesehatan adalah pilar penting dalam mendukung keberhasilan investasi suatu kota.

Dalam wawancaranya, dr. Nur menyoroti pentingnya penyempurnaan sistem layanan BPJS agar kolaborasi antara rumah sakit, pemerintah, dan pelaku usaha dapat berjalan lebih efisien.

“Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik, termasuk untuk pasien BPJS. Karena itu, penyempurnaan alur rujukan, administrasi, dan klaim sangat diperlukan agar tidak menghambat pelayanan di rumah sakit,” tegasnya.

Ia juga berharap agar forum seperti BIF membuka peluang kolaborasi lebih luas antara sektor kesehatan dan dunia investasi.

“Kami ingin para investor dan mitra pemerintah melihat bahwa RS Hermina siap menjadi mitra terpercaya dalam pelayanan kesehatan, khususnya untuk penanganan pasien berasuransi. Ekosistem investasi yang sehat membutuhkan layanan kesehatan yang kuat,” tambah dr. Nur.

Reporter detikakurat, winda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *