Komunitas Pelestari Ibing Penca (KPIP) – Dinas Pendidikan Kota Bandung Training of Trainers (ToT) Senam Penca Versi 2025 “Menjaga Warisan, Mengukir Prestasi”

Detik Akurat News
Senin, 22 September 2025

Wakil Wali Kota Bandung secara resmi membuka kegiatan Training of Trainers (ToT) Senam Penca Versi 2025 yang digelar di GOR KONI Bandung, Jalan Jakarta No. 18, Batununggal, Senin (22/9).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komunitas Pelestari Ibing Penca (KPIP) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung, mengusung tema “Menjaga Warisan, Mengukir Prestasi”. Program ini bertujuan melestarikan seni budaya pencak silat sebagai warisan luhur bangsa sekaligus meningkatkan prestasi generasi muda melalui olahraga dan seni bela diri tradisional.

 

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bandung menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya menjaga tradisi budaya, termasuk pencak silat, agar tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Bandung tetapi juga mampu menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Senam Penca bukan hanya olahraga, tetapi juga bagian dari jati diri dan identitas budaya kita. Dengan adanya ToT ini, saya berharap para pelatih dapat meneruskan semangat, keterampilan, dan nilai-nilai luhur pencak silat kepada generasi muda,” ujar Wakil Wali Kota Bandung.

Keterlibatan Siswa SD dan SMP ToT Senam Penca Versi 2025 melibatkan 275 sekolah tingkat SD/MI dan SMP, baik negeri maupun swasta di Kota Bandung. Kehadiran ratusan guru PJOK, kepala sekolah, dan pelatih pencak silat pada kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menghadirkan Senam Penca sebagai bagian dari kegiatan rutin di sekolah.

Ketua Panitia Pelaksana, Budiyanto, S.Pd., yang juga Kepala Sekolah SDN 190 Cisaranten Kecamatan Gedebage, menegaskan bahwa implementasi Senam Penca akan diintegrasikan ke dalam pembelajaran olahraga maupun seni budaya.

“Kami ingin memastikan minimal anak-anak Kota Bandung tidak melupakan seni budaya aslinya. Dalam Senam Penca terkandung nilai kemandirian, kejujuran, tanggung jawab, serta filosofi luhur yang dapat membentuk karakter anak,” jelas Budiyanto.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini masih ada perdebatan apakah Senam Penca lebih tepat dimasukkan ke ranah olahraga atau seni budaya. Namun, pemerintah bersama sekolah mengambil jalan tengah dengan tetap menjadikannya sebagai bagian dari program pembelajaran.

“Alhamdulillah, dukungan dari pemerintah, para kepala sekolah, hingga DPW Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) sangat luar biasa. Ke depan, khususnya pada Desember mendatang, akan digelar kegiatan lanjutan yang menghadirkan para siswa untuk menampilkan hasil pembinaan mereka secara mandiri,” lanjutnya.

Komitmen Dinas Pendidikan Kota Bandung, “Melalui ToT ini, kami ingin memastikan para guru dan pelatih di sekolah memiliki standar pembinaan yang sama. Senam Penca tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga sarana pendidikan karakter dan pelestarian budaya,” ujar Sri.
Disdik juga berkomitmen mendorong agar Senam Penca dapat diintegrasikan dalam kegiatan pendidikan jasmani dan ekstrakurikuler di berbagai jenjang sekolah.

Harapan ke Depan dengan terselenggaranya ToT Senam Penca 2025, Bandung diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai kota pelestari budaya sekaligus pusat lahirnya atlet dan seniman pencak silat berdaya saing. Program ini bukan hanya memperkaya khazanah budaya lokal, tetapi juga membekali generasi muda dengan keterampilan, karakter, dan kebanggaan terhadap warisan bangsa.

Penulis naskah: Ryan/ winda-timdetikakurat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *