Job Fair dan Program Pelatihan Disnaker Kota Bandung 2025: Dorong Inklusi dan Kemandirian Pekerja Lokal

Detik Akurat News
Selasa, 17 Juni 2025

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung kembali menggelar Job Fair 2025 yang berlangsung selama dua hari di Graha Manggala Siliwangi, Jl. Aceh No. 56, Kota Bandung. Kegiatan ini menghadirkan 46 perusahaan dengan total lebih dari 2.600 lowongan kerja, terbuka untuk berbagai jenjang pendidikan dan latar belakang pencari kerja, termasuk penyandang disabilitas.

Hingga hari pertama pelaksanaan, jumlah pendaftar tercatat telah mencapai 2.750 orang, dan diperkirakan menembus angka 3.000 peserta dalam dua hari penyelenggaraan. Pendaftaran dilakukan secara online melalui sistem terpadu Disnaker, sehingga masyarakat tidak perlu hadir langsung untuk melamar. Peserta dapat memilih perusahaan dan jenis pekerjaan yang diminati, lalu mengunggah dokumen secara digital tanpa proses yang berbelit.

“Nanti setelah daftar, peserta tinggal menunggu undangan wawancara dari perusahaan. Perusahaan akan memilih pelamar yang paling sesuai, lalu melaporkan hasil seleksinya ke kami. Harapan kami, minimal 50% dari pelamar bisa terserap oleh dunia kerja. Target kita juga, angka pengangguran terbuka di Kota Bandung yang masih berada di kisaran 7,4%, bisa turun signifikan hingga akhir tahun,” ujar Drs. Andri Darusman, M.Si, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung.

Selain menghadirkan peluang kerja formal, Disnaker Kota Bandung juga menggencarkan program pelatihan keterampilan kerja dan pendampingan wirausaha, seperti pelatihan pemasangan listrik, barber, hingga tata rias, untuk mendorong masyarakat menjadi pekerja mandiri dan tidak semata bergantung pada sektor formal.

Salah satu peserta pelatihan, Irfan dari Bandung yang merupakan penyandang disabilitas, membagikan pengalamannya mengikuti program pelatihan dari Disnaker.

“Mengikuti pelatihan ini memang butuh kesabaran ekstra, dari mulai belajar teori sampai praktik. Tapi kami terbantu karena pelatihannya mendasar dan bisa dipahami. Alat pelatihannya kalau dibandingkan dengan yang di luar negeri, yang paling sederhana saja harganya bisa 50 jutaan. Tapi alat sederhana itu justru bagus untuk memahami proses dari awal. Ini penting untuk membangun budaya kerja yang disiplin,” ungkap Irfan.

“Saya sangat mengapresiasi program ini dari Disnaker. Semoga semakin banyak penyandang disabilitas yang diberi kesempatan.”jelas Irfan menutup bincang-bincangnya kepada Detik Akurat.

Job Fair ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam menciptakan akses kerja yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Melalui sinergi antara sektor swasta dan pelatihan keterampilan yang berorientasi pada pasar kerja, diharapkan masyarakat Bandung dapat lebih siap menghadapi tantangan ketenagakerjaan di era modern.

Pewarta : tim detikakurat – ywsz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *