Praktisi Lingkungan: 200 Ton Sampah Organik Bandung Setiap Hari Bisa Jadi Peluang Ekonomi

Detik Akurat News
Kamis, 30 Oktober 2025
Permasalahan sampah organik di Kota Bandung masih menjadi tantangan besar. Dalam kegiatan Webinar Sampah #1 yang diselenggarakan PT Majmu Musti Sundaya dan sejumlah mitra, Ketua Bank Sampah Lacak 1 Lapangan Sukkajadi Bandung. – Iwan Sulistyawan menyampaikan bahwa sebagian besar sampah di Kota Bandung berasal dari bahan organik yang belum termanfaatkan optimal.

“Selama ini perhatian kita lebih banyak ke sampah anorganik, padahal yang paling banyak justru sampah organik. Kalau setiap kecamatan diberi tanggung jawab mengolah sebagian, hasilnya bisa luar biasa,” ujar Iwan dalam sesi diskusi.

Menurutnya, dari sekitar 1.500 ton sampah per hari, sekitar 200 ton merupakan sampah organik yang dapat diolah menjadi kompos, media taman, hingga bahan bangunan ramah lingkungan. Ia menilai, perlu adanya mediator atau penghubung antara masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta agar proses pengolahan berjalan efektif.

Sementara itu, Dr. Mas Hasnami, S.E., M.Si. dari Universitas Padjadjaran menekankan pentingnya menciptakan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah organik.

“Ekonomi sirkular akan berjalan jika masyarakat diberi edukasi dan sarana yang memungkinkan mereka menghasilkan produk baru dari limbah,” katanya.

Kegiatan yang juga menghadirkan Laksamana TNI (Purn) Dr. Ade Supandi, S.E., M.A.P. dan Ir. Muhammadun Amiruddin, H.M. ini menegaskan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi gerakan bersama yang membutuhkan inovasi dan komitmen sosial.

Dengan semangat kolaboratif, PT Majmu Musti Sundaya berkomitmen menjadikan seri Webinar Sampah sebagai wadah pembelajaran berkelanjutan untuk mendukung Bandung dan Jawa Barat menuju kota hijau dan lestari.

Reportase; Winda, Nengsih, timdetik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *